Cari Tahu Kekurangan & Kelebihan Baja Ringan Untuk Rangka Atap

Atap baja ringan, konon banyak dipilih sebagai bahan konstruksi rumah modern. Memang, baja ringan dikatakan lebih hemat biaya dalam beberapa hal daripada rangka atap kayu.

Namun bukan berarti atap baja ringan ringan ini tanpa cacat.

Jika Anda adalah salah satu orang yang ingin membangun rumah baja ringan, Anda harus terlebih dahulu mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

Dengan cara ini Anda akan dapat lebih memahami konstruksi rumah Anda. Nah, mari kita lihat beberapa kelebihan dan kekurangan baja ringan di bawah ini! Jika dibandingkan dengan atap-atap rumah dari material lainnya, keunggulan atap baja ringan bisa dibilang cukup banyak.

Anti karat dan rayap

Baja ringan memiliki sifat anti rayap, tidak seperti atap kayu. Selain itu, baja ringan juga terbuat dari bahan logam yang tahan karat. Dengan begitu, perawatan menjadi lebih mudah.

Proses pemasangan mudah & murah

Begitu juga dari segi pemasangan, rangka baja ringan lebih mudah proses pemasangannya. Kemudahan ini berdampak pada kecepatan waktu dan biaya pengerjaan. Lantaran mudah, proses pengerjaan pun bisa selesai dalam waktu singkat. Biayanya pun otomatis akan semakin murah.

Punya sifat yang lentur

Selain material kayu, baja ringan juga kerap dibandingkan dengan baja konvensional. Dalam hal kelenturan, baja ringan jauh lebih lentur ketimbang baja konvensional. Tegangan tarik baja ringan cukup tinggi, yaitu sekitar 550 Mpa, sedangkan baja konvensional hanya 300 Mpa. Karena sifat lentur ini, baja ringan bisa menyerap energi dalam jumlah lebih besar

Baca juga :mengenal bagian atap

Daya tahan jangka panjang

Baja ringan punya kualitas daya tahan yang sangat baik lantaran tak mudah lapuk ataupun mengalami penyusutan.

Ditambah lagi, walaupun lebih lentur dari baja konvensional, baja ringan tetap kokoh untuk menahan kestabilan bangunan dibandingkan dengan kayu.

 

Material ramah lingkungan (bisa daur ulang)

Jika suatu saat nanti kamu mau membongkar rangka atap baja ringan, jangan langsung membuangnya. Material baja masih bisa dimanfaatkan untuk membuat konstruksi bangunan lagi. Lantaran karakteristinya yang bisa didaur ulang, penggunaan rangka baja ringan kerap digaungkan oleh program pemerintahan

Dibawah ini beberapa kekurangan dari rangka baja ringan untukj menjadi pertimbangan juga, yuk simak:

Kurang fleksible untuk rumah tertentu

Dibandingkan dengan kayu, tingkat kelenturan baja ringan memang lebih rendah.,Kayu memiliki tingkat fleksibilitas tinggi sehingga bisa dibentuk sedemikian rupa untuk menyesuaikan keinginan penggunanya. Hal ini akan sulit diimplementasikan pada rumah dengan rangka atap baja ringan. Ada beberapa profil rumah yang sulit untuk dibentuk dengan baja ringan..

Mudah terbawa angin

Biasanya setiap bagian baja ringan akan dihubungkan dengan baut. Ini adalah titik lemah dari baja ringan. Dalam kondisi angin kencang, sambungan terancam putus dan tertiup angin. Untuk itu baja ringan tidak cocok untuk konstruksi rumah yang terletak di daerah yang banyak terkena angin.

Berakibat fatal jika salah hitung

Material baja ringan memiliki struktur jaringan, sehingga semuanya harus dihitung dengan matang. Apabila terjadi salah perhitungan, bisa-bisa atap yang telah dibangun tidak memenuhi syarat keamanan. Akhirnya mau tak mau semua harus diulang dari awal.

Pengantar listrik

Ini juga salah setu kekurangan rangka atap baja ringan yaitu sangat bagus dan bisa mengalirkan listrik, mengingat rangka ata terletak diatas plafon yang tentunya sangat banyak kabel aliran listrik di sana. Maka perlu seafty lebih untuk pengamanan bisa menggunakan pipa kecil yang dipasangkan pada kabel, sehingga tidak bersentuhan langsung dengan baja dan bisa lebih aman. 

Bagikan Postingan Ini:
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *