Resiko Bangun Rumah Di Lahan Bekas Sawah. Harus Anda Ketahui!

Bagaimana jika kita membangun rumah di atas tanah bekas sawah? Memang kondisi lahan pertanian cenderung lembek dan keropos, yang sangat berbahaya jika dijadikan pondasi untuk membangun rumah.

Tentunya saat membangun rumah, kita tidak ingin repot untuk menghuninya nanti. Namun, saat pengerjaan bangunan di lahan bekas sawah, berbeda.

Tanah sawah umumnya merupakan tanah liat organik yang dapat mengembang dan berpotensi merusak lantai. Namun, ini tidak berarti bahwa tidak ada cara untuk memperbaiki masalah ini. Kontraktor seringkali mengambil langkah-langkah tertentu sebelum membangun rumah di atas sawah tua.

Jika kamu hendak membeli sebuah rumah atau mendirikan sebuah rumah, sebaiknya ketahui terlebih dahulu mengenai kondisi lahan pembangunan.

Bangun rumah di tanah bekas sawah juga banyak dilakukan agen perumahan saat ini. Untuk itu, sebelum membeli rumah dengan kondisi tanah seperti itu, ketahui terlebih dahulu resikonya sebagai berikut:

Pondasi Kurang Kuat

Bangunan rumah yang dibangun di tanah bekas sawah diperkirakan akan merusak pondasinya. Pasalnya, kondisi tanah yang gembur dan belum padat, akan membuat tanah tersebut mudah bergeser.

Para pengembang biasanya akan melihat dan menilai terlebih dulu kondisi tanah saat akan bangun rumah di tanah bekas sawah, baru kemudian memproses tanahnya agak menjadi lebih padat.

Baca Juga : Yuk mengenal pondasi bangunan yang wajib anda ketahui 

Merusak Dinding Bangunan

Risiko berikutnya yang muncul saat Anda membangun rumah di atas sawah tua adalah dinding bangunan yang rawan retak.

Tanah yang gembur merusak pondasi rumah, lama kelamaan juga akan merusak kondisi dinding rumah karena tanah tergeser.

Yang lebih berbahaya lagi, kondisi rumah akan semakin rusak parah, tembok bisa retak sewaktu-waktu.

Biaya Yang Lebih Mahal

Saat bangun rumah di tanah bekas sawah dilakukan, biaya yang harus dikeluarkan juga lebih mahal dibandingkan rumah yang dibangun di lahan tanah padat biasa.

Hal ini disebabkan karena kondisi tanah yang gembur tadi dan juga belum stabil untuk dijadikan fondasi bangunan. Pembuatan struktur rumah yang sulit juga membuat biaya lebih mahal.

Air Tanah Kotor

Salah satu kerugian menghuni rumah atau bangunan rumah di tanah bekas sawah adalah kondisi air yang kotor. Hal ini disebabkan karena kualitas air tanahnya yang kurang berkualitas.

Yang bisa dilakukan adalah segera berlangganan PDAM, agar bisa memenuhi kebutuhan air bersih dibandingkan harus membuat sumur sendiri.

Jika kamu hendak membeli sebuah rumah atau mendirikan sebuah rumah, sebaiknya ketahui terlebih dahulu mengenai kondisi lahan pembangunan.

Bangun rumah di tanah bekas sawah juga banyak dilakukan agen perumahan saat ini. Untuk itu, sebelum membeli rumah dengan kondisi tanah seperti itu, ketahui terlebih dahulu resikonya sebagai berikut:

Beresiko Ada Ular

Tahukah anda bahwa ular adalah salah satu hewan yang habitatnya ada di tempat atau tanah seperti sawah. Namun, karena banyak sawah yang diratakan dengan alasan tanah, habitat mereka terganggu.

Tentu akan berbahaya membangun rumah di atas tanah bekas sawah, karena binatang seperti ular masih bisa masuk kapan saja dan di mana saja.

Lumayan juga ya resiko bangun rumah di atas lahan bekas swah, nah sobat horizon kami punya tips nih untuk kamu yang ingin bangun rumah di atas lahan yang seperti itu. yuk simal artikel berikutnya untuk mengetahui hal itu. 

Bagikan Postingan Ini:
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *