Apa Itu Indent? Pahami Hal-Hal Ini Sebelum Beli Rumah Indent

Indent adalah proses transaksi dimana pembeli melakukan pemesanan terlebih dahulu, dan menjaminnya dengan melakukan pembayaran tanda jadi alias DP.

Seseorang yang membeli rumah secara indent, dapat memesannya terlebih dahulu, dan membayarkan sejumlah uang muka yang sudah disepakati bersama. Bukan hanya itu, pembeli bahkan bisa memesan unit rumah sesuai dengan tipe rumah yang dia sukai, memilih posisi rumah, bahkan luasnya sekalian.

Nantinya, pihak pengembang akan membangun rumah sesuai dengan keinginan klien dan klien dapat melakukan pembayaran setelah properti selesai, biasanya dengan cara mencicil.

Membeli Rumah secara indent saat ini sebenarnya cukup umum untuk dilakukan dan merupakan pilihan yang menarik. Selain tidak harus langsung membayar full, membeli Rumah secara indent juga memiliki banyak keuntungan. Keuntungan seperti apa? Yuk cari tahu sama-sama!

Keuntungan Membeli Rumah Secara Indent

Membeli properti atau rumah secara indent memiliki banyak keuntungan yang tidak banyak disadari oleh banyak orang. Apa keuntungannya?

1. Harga yang lebih murah

Karena rumah yang dibeli sedang dalam proses pembangunan atau bahkan belum dibangun, rumah yang dibeli secara indent biasanya memiliki harga yang lebih murah ketimbang kita membeli rumah yang siap huni.

Perbedaan harganya juga cukup jauh, dan ini belum ditambah dengan berbagai promo dari pihak pengembang seperti diskon uang muka atau diskon saat melakukan cicilan. Dengan harga yang lebih terjangkau, diskon, dan keleluasaan waktu untuk membayar, membuat pembelian rumah secara indent menjadi favorit banyak orang, terutama pasangan yang baru menikah, keluarga kecil dengan satu anak, atau orang yang membeli rumah untuk dirinya sendiri.

Namun satu yang perlu dicatat adalah, harga rumah yang dibeli tentu saja disesuaikan dengan tipe, lokasi, dan luasnya. Semakin strategis atau luas sebuah rumah, maka harganya akan semakin mahal.

2. Kondisi rumah masih baru

Selain lebih murah harganya, kelebihan lain dari membeli properti secara indent adalah kota akan mendapatkan rumah baru. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, ketika Anda membeli rumah secara indent, rumah yang Anda pesan masih dalam proses pembangunan dan bukan rumah lama yang sudah ditempati oleh orang lain.

Karena rumahnya masih baru, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya apapun untuk perbaikan. Apalagi pihak pengembang juga sudah membangun rumah sesuai dengan keinginan Anda, sehingga setelah jadi, semua bagian rumah sudah sesuai dengan selera Anda dan tidak membutuhkan perubahan apa pun.

3. Menguntungkan untuk investasi

Rumah menjadi salah satu investasi yang sangat menguntungkan. Seperti yang kita ketahui, harga rumah setiap tahunnya semakin tinggi. Saat Anda membeli rumah secara indent, harganya akan jauh lebih murah. Namun seiring waktu, harga rumah tersebut tentu akan melonjak semakin tinggi setiap tahunnya. Dengan kondisi tersebut, Rumah yang dibeli secara indent sangat menguntungkan untuk dijadikan aset investasi.

4. Bebas menentukan lokasi maupun arah rumah

Sebelum membangun rumah, pihak pengembang akan lebih dulu bertanya kepada pembeli, rumah seperti apa yang mereka mau. Pengembang akan menawarkan beberapa tipe rumah dengan harga yang berbeda. Selain bisa memilih tipe rumah yang kita mau, membeli secara indent, kita juga bebas menentukan lokasi rumah tersebut. Misalnya, Anda ingin rumah yang dekat dengan jalan utama atau dekat dengan tempat ibadah. Nantinya pihak pengembang akan membangun rumah di lokasi yang kita inginkan.

5. Anda bisa mengecek proses pembangunan

Karena kita tahu dimana lokasi pembangunan rumah dilakukan, kita bisa mengeceknya proses pembangunan kapanpun kita mau. Anda bisa melihat langsung proses pembangunan, dan berbicara langsung dengan arsiteknya, untuk memastikan bahwa bangunan tersebut sudah sesuai dengan apa yang Anda mau. Pihak pengembang juga akan sangat terbuka tentang progres pembangunan sehingga Anda punya gambaran pasti, kapan rumah Anda jadi dan siap untuk ditempati.

Baca Juga : Pondasi Bangunan Yang Kokoh

Kekurangan Membeli Rumah Secara Indent

Membeli rumah secara indent Juga memiliki sejumlah resiko maupun kekurangan. apa saja sih kekurangannya?

1. Tidak bisa langsung ditempati

Mengingat rumah indent adalah rumah yang masih dalam proses pengerjaan, bahkan belum dibangun, Anda jelas tidak bisa langsung menempatinya seperti saat membeli rumah siap huni. Para pembeli biasanya harus menunggu dengan sabar hingga rumah itu jadi dan siap untuk ditempati. Biasanya proses pembangunan berjalan selama 6 bulan hingga 2 tahun, tergantung dari pihak pengembang.

2. Waktu pembangunan tidak jelas

Meski tidak semua, namun beberapa rumah yang dibeli secara indent memiliki waktu pembangunan yang tidak jelas. Biasanya ini terjadi karena pihak pengembang mengejar target konsumen terlebih dahulu. Akibatnya, waktu pembangunan terus diundur. Dan semakin banyak waktu yang diundur, akan semakin lama juga rumah tersebut jadi.

3. Kegagalan dalam pembangunan

Bisa dibilang ini adalah mimpi buruk banyak orang ketika membeli rumah secara indent. Kegagalan dalam pembangunan sendiri bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu yang terburuk adalah pengembang melarikan diri dengan uang DP yang sudah kita bayarkan. Jika sudah begitu, rumah tidak ada, dan kita juga kehilangan uang yang kita miliki. Satu-satunya cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melaporkannya ke aparat penegak hukum.

4. Rumah tidak sesuai dengan yang diinginkan

Lagi-lagi karena rumah yang kita beli belum jadi, kita tidak bisa masuk dan melihat-lihat apalagi memastikan rumah tersebut sudah sesuai dengan keinginan kita. Yang kita lakukan hanya melihat gambar yang diberikan oleh pihak pengembang dan mempercayainya. Sayangnya kadang dalam beberapa kasus, rumah indent yang dibangun tidak sesuai dengan keinginan. Entah itu luas, bentuk rumah, atau kualitas bangunannya yang kurang baik.

Tips Membeli Rumah Inden

Membeli rumah inden memang ada resikonya. Oleh karena itu, sebelum membahas soal cara beli rumah inden, diperlukan ketelitian untuk membuat keputusan. Untuk membantu Anda, berikut adalah tips-tips membeli rumah inden yang aman. 

1. Pastikan Pengembang Punya Reputasi Baik

Cara beli rumah inden pertama adalah dengan memilih pengembang-pengembang yang berkualitas serta baik reputasinya.  Pengembang yang tidak jelas sangat mungkin untuk melakukan wanprestasi di kemudian hari. Untuk melihat reputasi pengembang, Anda bisa melihat portofolio pengembang, track record, atau proyek-proyek apa saja yang pernah mereka bangun untuk mengetahui hal ini. Jika semuanya baik, Anda bisa lebih tenang akan kualitas rumah Anda nantinya.

2. Periksa Kelengkapan Dokumen Pengembang

Sebelum membeli rumah inden, pastikan pengembang bersangkutan memegang dokumen lengkap. Beberapa contoh dokumen yang harus ada yaitu IPB atau Surat Izin Penggunaan Bangunan, izin lokasi, site plan yang sudah disahkan, dan SIPPT atau Surat Izin Penunjukkan Lahan. 

3. Pastikan Proyek Pembangunan Memiliki IMB

Selain reputasi dan kelengkapan dokumen, Anda juga harus memastikan bahwa proyek pembangunan rumah inden Anda memiliki IMB atau Izin Mendirikan Bangunan. Apabila IMB sudah ada, kemungkinan besar rumah Anda akan dibangun sampai selesai. Sebaliknya, jika proyek pembangunan rumah dibangun tanpa IMB, maka akan semakin banyak resiko dalam pembangunan rumah tersebut.

4. Perhatikan Lokasi Sekitar Rumah

Rumah Inden biasanya akan selesai dibangun dalam beberapa tahun. Maka dari itu, cara beli rumah inden selanjutnya adalah dengan memperhatikan lokasi sekitar pembangunan, mulai dari akses transportasi hingga progres pembangunan infrastruktur di sekitar hunian.

Jika Anda membeli rumah inden di lokasi yang memiliki potensi pembangunan infrastruktur yang maju, seperti akan dibangun akses jalan tol, Anda akan mendapatkan kemudahan yang menguntungkan. Tak hanya itu, rumah Anda juga kelak akan berpotensi memiliki nilai investasi yang tinggi. Sebaliknya, jika Anda membeli rumah inden di lokasi yang sulit dijangkau, maka Anda akan mengalami banyak kesulitan ketika kelak menempatinya.

5. Perhatikan Fasilitas di Sekitar Hunian

Selain memperhatikan lokasi sekitar calon rumah, Anda juga harus memperhatikan fasilitas di sekitar hunian, seperti kondisi jalan, saluran air, hingga sanitasi. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan keberadaan fasilitas umum di sekitar rumah, seperti keberadaan pasar, rumah sakit, hingga institusi pendidikan. Jika fasilitas umum di sekitar rumah inden Anda sudah lengkap, tentunya akan sangat mempermudah Anda di kemudian hari.

6. Perhatikan PPJB Dalam Pembelian Rumah Inden

Hal yang tidak boleh luput dari pembelian Rumah Inden adalah PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) atau perjanjian ketika membeli sebuah rumah. Dalam perjanjian tersebut, biasanya akan tertera tentang selesainya waktu pembangunan dan waktu serah terima kunci. Selain itu, dalam surat perjanjian tersebut juga tertera konsekuensi apabila pengembang tidak memenuhi waktu perjanjian, sehingga Anda harus membaca perjanjian tersebut secara mendetail.

7. Jangan Bayar DP Sebelum KPR Disetujui Bank

Jika Anda memutuskan untuk membeli dengan sistem KPR, namun KPR belum disetujui, jangan bayarkan DP rumah Anda dulu. Hal ini untuk menghindari kerugian karena penolakan KPR. Jika pada akhirnya KPR Anda ditolak, uang DP tetap aman bersama Anda.

8. Terus Pantau Proses Pembangunan Rumah

Langkah selanjutnya adalah terus pantau proses pembangunan Rumah Inden. Pastikan material yang digunakan sesuai dengan perjanjian ketika Anda membeli rumah. Selain memperhatikan material, Anda juga harus memperhatikan progres pembangunan calon rumah Anda.

Bagikan Postingan Ini:
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *